Bung Karno Bapak Proklamasi Republik Indonesia Pertama

Posting by : Ongki sang jagoan blog on Sabtu, 13 Februari 2010

Sebelum saya bercerita tentang kisah-kisah itu perlu teman-teman ingat kata Bung Karno, Presiden Republik Indonesia: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya”. Menghargai jasa pahlawan tidak hanya cukup mengenang dalam hati dan berterima kasih. Menghargai jasa mereka dengan meneladani sikap dan perbuatan mereka yang baik,belajar dengan rajin untuk mengejar cita-cita. Dengan begitu kalian sudah membalas jasa para pahlawan.

Pagi itu matahari belum muncul. Kota Surabaya masih gelap. Namun disalah satu sudut kota di antara rumah kayu yang sederhana,seorang ibu sedang berjuang untuk melahirkan bayinya. Di dalam kamar yang sempit,ibu mengerang kesakitan, tidak ada dokter ataupun dukun beranak,hanya ada kakek dan suaminya. Pasangan suami istri itu Raden Sukemi Surodiharjo dan Idayu Nyoman Rai. Raden Sukemi berasal dari keturunan Sultan Kediri sedangkan istrinya ketururunan Bangsawan Bali. Hari kelahiran bayi ini di tandai oleh angka serba enam,6-6-1901 yaitu awal dari abad 20. Sukemi sang bapak memberi nama Kusno.

Enam tahun kemudian Kusno sekeluarga pindah ke Mojokerto. Ayahnya bekerja sebagai guru sekolah rendah gebermen. Kusno sedih harus berpisah dengan kawan-kawan. Memahami kepedihan putranya, ibu kerap mengelus sambil mendekap tubuh Kusno.,dengan suara lembut ibu berkata, ”Kusno, kelak engkau akan menjadi pemimpin rakyat karena lahir jam setengah enam pagi. Kata orang jawa mempunyai arti bahwa orang yang di lahirkan saat matahari terbit nasibnya telah di takdirkan. Jangan lupakan itu, bahwa kau itu putra sang fajar, ” kata ibunya. Kusno menemukan setitik sinar yang akan menentukan jalan keluar dari kegelapan. Ayah juga punya keyakinan bahwa kelak kamu akan menjadi pemimpin besar. Neneknya pun juga yakin bahwa Kusno mempunyai kekuatan gaib yang kelak akan berguna.

Sewaktu kecil Kusno anak yang penyakitan. Kusno terserang Typus,dua setengah bulan berjuang melawan penyakitnya itu. Setelah sembuh mereka sekeluarga pindah ke jalan Residen Pamuji.Pada suatu hari bapak dan ibu memanggil Kusno,”Kus,supaya kamu tidak sakit bagaimana kalau namamu diganti?”

“Siapa nama baruku pak?” Tanya Kusno tidak sabar. Engkau akan ku beri nama “Sukarno”. Sukarno adalah salah seorang pahlawan terbesar dalam cerita Mahabarata. Sambil memegang buku Kusno,bapak memandang jauh kedalam matanya “aku selalu berdoa agar engkau pun menjadi seorang patriot dan pahlawan besar dari Rakyat. Begitulah teman-teman penuturan dari bapaknya Karno.Masa kecil adalah masa yang paling indah dan membahagiakan. Tidak demikian halnya dengan Sukarno, Ia dilahirkan dan dibesarkan ditengah-tengah kemiskinan. Bahkan untuk makan 3x sehari seperti keluarga yang lain, jarang terjadi. Setiap kali melihat ibunya menumbuk padi dan terlihat letih bermandikan keringat, Sukarno merasa iba. Semenjak kejadian itu setiap pagi sebelum ke sekolah Sukano menumbuk padi menggantikan ibunya. Pada dasarnya Sukarno adalah anak yang baik, apa yang dilakukannya selalu dengan harapan besar yang membuat ibunya senang dan bangga.

Pada masa penjajahan, bangsa Belanda selalu menganggap rendah dan hina kepada bangsa kita. Pengalaman yang pahit membuat luka yang dalam di hati Sukarno.Suatu hari bapak berkata pada Sukarno,”Bapak mempunyai cita-cita untuk mengirim kamu ke Sekolah Tinggi Belanda. Hanya anak orang Belanda yang tidak membayar uang sekolah. Tp jangan khawatir,bapak akan mengusahakan biayanya.”

Akhirnya Sukarno masuk “EUROPE ESEHE LAGERE SCOOL”,satu kekurangan Sukarno adalah kemampuan berbahasa Belanda belum cukup baik. Setelah lulus Sekolah Rendah Belanda,Sukarno melanjutkan ke Sekolah Menengah Belanda / disebut juga Hogere Burger Scool di Surabaya. Sukarno kini berusia 15 tahun, di Surabaya tinggal digang 7 peneleh,dia indekos pada keluarga Cokro Aminoto. Pak Cokro adalah pemimipin pergerakan politik orang jawa yang bernama Serekat Islam. Setiap hari Sukarno menghabiskan waktunya untuk membaca. Sukarno lebih memilih belajar,Ia memanfaatkan waktunya untuk menyelami pemikiran tokoh dunia.

Kini Sukarno sudah berusia 16 tahun Ia mendirikan perkumpulan politik yang pertama dibeeri nama Tri Koro Darmo yang berarti Tiga Tujuan Suci. Organisasi suci berikutnya adalah Jong Java. Selain sekolah Sukarno senang mempelajari kegiatan Pak Cokro berpidato,Sukarno selalu ikut. Sukarno juga aktif menulis majalah Pak Cokro Oetoesan Hindia dengan nama samaran Bina. Banyak karangan yang Ia hasilkan dan pokok pikiranya dibicarakan diseluruh Indonesia. Sukarno menyelesaikan pendidikanya di HBS 10 juni 1421. Minggu terakhir Sukarno berangkat ke Bandung meneruskan pendidikan di Sekolah Teknik Tinggi. Disana Ia indekos dirumah Inggit Gamasih,perempuan cantik yang Ia nikahi 1923. Selain pidatonya dinilai menghasut,Heyne kepada polisi Bandung sangat marah. Sejak kejadian itu kemenapun Sukarno pergi selalu diikuti polisi rahasia Belanda. Presiden Universitas,prof. Kloper memanggil Sukarno ke kantor,Ia mengingatkan Sukarno agar tidak berpolitik selama kuliah.

Setelah lulus Sukarno berhak atas gelar Ingeniur “Jurusan Teknik Sipil”. Presiden Universitas memberikan gelar kepada Sukarno berkata,”Ir. Sukarno,ijasah ini dapat robek dan hancur menjadi abu di suatu saat”. Ia tidak kekal.,ingatkah,bahwa satu-satunya kekuatan yang hidup terus dan kekal adalah kter seseorang. Ia akan tetap hidup dalam hati rakyat,sekalipun sesudah mati. Pada suatu hari th1929 Sukarno mengadakan rapat umum di Solo dan Yogyakarta. Pertama kali Ia berbicara tentang “Perang Pasifik” yang akan berkobar. Rapat selesai tengah malam,bersama temannya Gatot Mangkuprojo dan sopirnya Suhada menginap dirumah Suryadi,Yogyakarta. Tiba-tiba seorang inspektor polisi Belanda bersama 6 orang polisi lainnya langsung masuk kerumah. Tiga buah mobil telah siap membawa kekantor polisi. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,sampailah ke tempat tujuan yaitu penjara Boneecy di Bandung.

Begitulah teman-teman,akhirnya Sukarno dipenjara. Dalam penjara Sukarno menulis buku dengan judul “Indonesia Menggugat”. Buku itu berisi tentang penderitaan yang menyedihkan dari rakyat Indonesia akibat penjajahan selama tiga setengah abad dibawah penjajahan Belanda.

Akhirnya,Ia juga berjuang melawan serangan malaria yang kambuh. Ia tidak memperdulikan kondisi kesehatannya.Semangat yang berkobar didadanya lebih dekat dari pada penyakit malaria yang diderita. Berlusin-lusin surat dan bermacam petunjuk pelaksanaan di tulis hingga akhirnya Sukarno tidak mampu lagi dan roboh. Di dalam kamar Sukarno tidak belia Manahan serangan yang hebat dari penyakitnya. Jam 9 pagi,sekitar 500 orang sudah menunggu di hal. Rumah Sukarno untuk mendengarkan pembacaan proklamasi.

Orang-orang mulai tidak sabar dan berteriak, ”Sekarang Bung Karno. . . Ucapkanlah kemerdekaan,hari sudah panas. . . ku sudah tidak sabar lagi. Ucapkanlah proklamasi”. Fatmawati yang duduk di atas tempat tidur membangunkannya,mukanya pucat dan gemetar. Badannya masih panas. Namun, Ia masih dapat berfikir dengan tenang,”Hatta tidak ada”. kata Sukarno. “Saya tidak mau mengucapkan proklamasi kalau Hatta tidak ada.”

Akhirnya Hatta masuk kamar, Sukarno berpakaian serba putih. Tepat pukul 10 pagi. Sukarno berjalan ke arah pengeras suara dan dia ringkas mengucapkan pernyataan kemerdekaan Indonesia yang isinya :

 

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Jakarta , 17-08-1945

Atas nama Bangsa Indonesia

Sukarno-Hatta

{ 0 Coment... read them below or add one }

Poskan Komentar