Biologi | Bagian – bagian sel

Posting by : Ongki sang jagoan blog on Minggu, 03 Januari 2010

1.  SelaputPlasma / Plasmalemma / membrane plasma

Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein - Lipid - Protein >> Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat

Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.

Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.

Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).

Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain. Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

 

2.  Inti Sel (Nukleus)

Fungsi inti sel adalah:

a. Mengendalikan proses berlangsungnya metabolisme di dalam sel

b. Menyimpan informasi genetik (gen) dalam bentuk DNA

c. Mengatur ekspresi gen-gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri

d. Tempat terjadinya replikasi (perbanyakan DNA) dan transkripsi (pengutipan DNA)

Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu:

  • Selaput Inti (Karioteka)

Merupakan bagian terluar yang memisahkan nukleoplasma dengan sitoplasma. Berdasarkan ada dan tidaknya selaput inti, dibedakan jadi dua yaitu sel prokariotik (tidak memiliki selaput inti) dan sel eukariotik memiliki selaput inti).

  • Nukleoplasma (Kariolimfa)

Merupakan cairan inti yang mengandung kromatin, granula, nucleoprotein, dan senyawa kimia kompleks.

  • Kromatin/Kromosom

Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Selanjutnya, DNA akan mentranskripsi diri(mengopi diri) menjadi RNA yang akan dikeluarkan ke sitoplasma.

  • Nukleolus (anakinti)

Nukleolus tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. Yang terbentuk saat proses sintesis RNA di dalam nukleus.

 

3.  Sitoplasma dan Organel Sel

Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma, sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

Organel Sel tersebut antara lain:

a. Retikulum Endoplasma (RE.)

Fungsi R.E. adalah sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :

· RE. Granuler (Rough E.R)

· RE. Agranuler (Smooth E.R)

b. Ribosom (Ergastoplasma)

Fungsi ribosom adalah tempat sintesis protein. Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.

c. Miitokondria (The Power House)

Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.

d. Lisosom

Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)

Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

f. Sentrosom (Sentriol)

Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

g. Plastida

Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :

1. Lekoplas

(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),

terdiri dari:

  • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,
  • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).
  • Proteoplas (untuk menyimpan protein).

2. Kloroplas

yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

3. Kromoplas

yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :

  • Karotin (kuning)
  • Fikodanin (biru)
  • Fikosantin (kuning)
  • Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel)

Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi :

  • garam-garam organic
  • glikosida
  • tanin (zat penyamak)
  • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)
  • alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
  • enzim
  • butir-butir pati

Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.

i. Mikrotubulus

Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.

j. Mikrofilamen

Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel.

k. Peroksisom (Badan Mikro)

Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

{ 0 Coment... read them below or add one }

Poskan Komentar